Senin, 03 November 2014

KOMUNIKASI KELOMPOK



Kominikasi Kelompok
Kominikasi kelompok secara garis besar  adalah hubungan yang dilakukan lebih dari  dua orang untuk melakukan pertukaran informasi guna mendapatkan efek yang di timbulkan komunikasi kelompok membentuk struktur waktu manusia menghasilkan banyak waktu terkadang membatasi gerak kita  selain itu, dapat membuka peluang dalam hidup manusia membentuk arah masa depan.
Tiga tahap proses kreatif penyelesaian masalah dalam kelompok yaitu : (1) Mengumpulkan informasi; (2) Menguji informasi tersebut; (3) Mengembangkan solusi integratif. Kelompok mengatasi masalah dan konflik melalui diskusi.

 Telah banyak klasifikasi kelompok yang dilahirkan oleh para ilmuwan sosiologi, namun dalam kesempatan ini kita sampaikan hanya tiga klasifikasi kelompok.

  1. Kelompok primer dan sekunder.
Charles Horton Cooley mengatakan bahwa kelompok primer adalah suatu kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan akrab, personal, dan menyentuh hati dalam asosiasi dan kerja sama. Sedangkan kelompok sekunder adalah kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan tidak akrab, tidak personal, dan tidak menyentuh hati kita.
Jalaludin Rakhmat membedakan kelompok ini berdasarkan karakteristik komunikasinya, sebagai berikut:
    1. Kualitas komunikasi pada kelompok primer bersifat dalam dan meluas. Dalam, artinya menembus kepribadian kita yang paling tersembunyi, menyingkap unsur-unsur backstage (perilaku yang kita tampakkan dalam suasana privat saja). Meluas, artinya sedikit sekali kendala yang menentukan rentangan dan cara berkomunikasi. Pada kelompok sekunder komunikasi bersifat dangkal dan terbatas.
    2. Komunikasi pada kelompok primer bersifat personal, sedangkan kelompok sekunder nonpersonal.
    3. Komunikasi kelompok primer lebih menekankan aspek hubungan daripada aspek isi, sedangkan kelompok sekunder adalah sebaliknya.
    4. Komunikasi kelompok primer cenderung ekspresif, sedangkan kelompok sekunder instrumental.
    5. Komunikasi kelompok primer cenderung informal, sedangkan kelompok sekunder formal.
  1. Kelompok keanggotaan dan kelompok rujukan.
Theodore Newcomb melahirkan istilah kelompok keanggotaan (membership group) dan kelompok rujukan (reference group). Kelompok keanggotaan adalah kelompok yang anggota-anggotanya secara administratif dan fisik menjadi anggota kelompok itu. Sedangkan kelompok rujukan adalah kelompok yang digunakan sebagai alat ukur (standard) untuk menilai diri sendiri atau untuk membentuk sikap.
Menurut teori, kelompok rujukan mempunyai tiga fungsi: fungsi komparatif, fungsi normatif, dan fungsi perspektif. Saya menjadikan Islam sebagai kelompok rujukan saya, untuk mengukur dan menilai keadaan dan status saya sekarang (fungsi komparatif. Islam juga memberikan kepada saya norma-norma dan sejumlah sikap yang harus saya miliki-kerangka rujukan untuk membimbing perilaku saya, sekaligus menunjukkan apa yang harus saya capai (fungsi normatif). Selain itu, Islam juga memberikan kepada saya cara memandang dunia ini-cara mendefinisikan situasi, mengorganisasikan pengalaman, dan memberikan makna pada berbagai objek, peristiwa, dan orang yang saya temui (fungsi perspektif). Namun Islam bukan satu-satunya kelompok rujukan saya. Dalam bidang ilmu, Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) adalah kelompok rujukan saya, di samping menjadi kelompok keanggotaan saya. Apapun kelompok rujukan itu, perilaku saya sangat dipengaruhi, termasuk perilaku saya dalam berkomunikasi.
  1. Kelompok deskriptif dan kelompok preskriptif
John F. Cragan dan David W. Wright membagi kelompok menjadi dua: deskriptif dan peskriptif. Kategori deskriptif menunjukkan klasifikasi kelompok dengan melihat proses pembentukannya secara alamiah. Berdasarkan tujuan, ukuran, dan pola komunikasi, kelompok deskriptif dibedakan menjadi tiga: a. kelompok tugas; b. kelompok pertemuan; dan c. kelompok penyadar. Kelompok tugas bertujuan memecahkan masalah, misalnya transplantasi jantung, atau merancang kampanye politik. Kelompok pertemuan adalah kelompok orang yang menjadikan diri mereka sebagai acara pokok. Melalui diskusi, setiap anggota berusaha belajar lebih banyak tentang dirinya. Kelompok terapi di rumah sakit jiwa adalah contoh kelompok pertemuan. Kelompok penyadar mempunyai tugas utama menciptakan identitas sosial politik yang baru. Kelompok revolusioner radikal; (di AS) pada tahun 1960-an menggunakan proses ini dengan cukup banyak.
Kelompok preskriptif, mengacu pada langkah-langkah yang harus ditempuh anggota kelompok dalam mencapai tujuan kelompok. Cragan dan Wright mengkategorikan enam format kelompok preskriptif, yaitu: diskusi meja bundar, simposium, diskusi panel, forum, kolokium, dan prosedur parlementer.

HUBUNGAN

Definisi hubungan secara garis besar adalah Interaksi antar individu atau kelompok demi mencapai suatu tujuan. Namun, menurut kamus Longman pengertian hubungan (relationship) adalah "the way in which two people or two groups feel about each other and behave towards each other" ( cara dua orang atau dua kelompok merasakan satu dengan lainnya dan cara mereka bertingkah laku satu dengan lainnya.)

POLA INTERAKSI HUBUNGAN
Terdapat banyak aturan yang tidak dinyatakan secara tegas (implisit) pada setiap hubungan, apakah itu hubungan persahabatan, bisnis, cinta, keluarga dan sebagainya, hubungan ini dapat berubah ketika pola-pola interaksi berubah. karena pola perilaku berpotensi menyampaikan pesan maka pola interaksi akan menjadi mapan atau stabil.

SKEMA HUBUNGAN KELUARGA
Suatu skema adalah seperangkat ingatan yang terorganisasi yang akan digunakan setiap saat seseorang berinteraksi dengan orang lain. karena setiap orang memiliki pengalaman berbeda, maka skemanya juga akan berbeda.
Skema hubungan dikelompokkan ke dalam sejumlah level tau tingkatan mulai dari umum hingga khusus yang mencakup pengetahuan mengenai hubungan sosial pada umumnya, pengetahuan mengenai tipe-tipe hubungan dan pengetahuan mengenai hubungan khusus.
Dengan demikian skema keluarga mencakup tiga hal, yaitu :

  1. Apa yang diketahui seseorang mengenai hubungan secara umum
  2. Apa yang diketahuinya mengenai hubungan keluarga sebagai suatu tipe
  3. Apa yang diketahui mengenai hubungan dengan anggota keluarga lainnya.
Berbagai skema tersebut menciptakan tipe keluarga yang berbeda pula Fitzpatrick telah mengidentifikasi empat tipe keluarga :
  1. Konsensual
  2. Pluralistis
  3. Protektif
  4. laissez faire  



  • Tipe konsensualyaitu keluarga yang sangat sering melakukan percakapan namun juga memiliki kepatuhan yang tinggi,
  • Tipe pluralistisyaitu keluarga yang sangat sering melakukan percakapan namun memiliki kepatuhan yang rendah
  • Tipe protektifyaitu keluarga yang jarang melakukan percakapan namun memiliki kepatuhan yang tinggi, jadi terdapat banyak sifat patuh dalam keluarga tetapi sedikit komunikasi.
 TEORI PENETRASI SOSIAL
Pada tahap awal penelitian tpenetrasi sosial perhatian para peneliti sebagian besar dicurahkan pada perilaku dan motivasi individu berdasarkan tradisi sosiopsikologi yang sangat kental. Teori penetrasi sosial berupaya mengidentifikasi proses peningkatan keterbukaan dan keintiman seseorang dalam menjalin hubungan dengan orang lain

MENGELOLA PERBEDAAN
Menurut Mikhail Bakhtin teori ini menjelaskan bagaimana suatu hubungan mampu memadukan atau mengintegrasikan berbagai "suara" (istilah Bakhtin) yaitu adanya pandangan yang berbeda-beda dalam suatu hubungan.

PERCAKAPAN

Percakapan adalah kegiatan biasa, yang bersifat informal dan merupakan bentuk interaksi antara individu yang dilakukan setiap hari. Tetapi dalam ilmu komunikasi, topik penting yang banyak dipelajari para ahli komuniksi. Percakapan dapat didefinisikan sebagai suatu urutan interaksi dengan awal dan akhir yang jelas, saling bergantian dan memiliki semacam arah atau seperangkat tujuan. Pada pembahasan ini, salah satu teori yang akan saya bahas adalah teori mengurangi ketidakpastian.

Teori Mengurangi Ketidakpastian
  Teori ini berpengaruh dalam proses percakapan dalam ilmu komunikasi, dimana kita dapat memperoleh pengetahuan mengenai orang lain ketka kita membuat rencana untuk mencapai tujuan kita dalam berkomunikasi kepada orang lain. Menurut Berger orang dapat menempuh berbagai macam cara untuk mendapatkan informasi mengenai diri orang lain, namun secara umum berbagai cara itu dapat disederhanakan menjadi tiga strategi yaitu:
1. Strategi pasif
2. Strategi aktif
3. Strategi Interaktif

  • Strategi pasif Menurut Berger terdapat 2 bentuk strategi yaitu reactivity searching (dilakukan dengan mengamati seseorang ketika ia sedang melakukan sesuatu atau mengamati bagaimana reaksinya pada situasi tertentu dan disinhibition searching (mengamati seseorang ketika ia sedang dalam situasi informal dimana ia dalam keadaan santai, tidak terlalu menjaga penampilannya dan berprilaku apa adanya.
  • Stategi aktif, yaitu pencarian informasi yang dilakukan dengan cara bertanya kepada orang lain mengenai seseorang yang ingin anda ketahui dan memanipulasi lingkungan sedemikian rupa agar orang yang menjadi target lebih moudah anda amati.
  • Strategi interaktif, mencakupkegiatan pengungkapan diri yang merupakan strategi penting untuk mendapatkan informasi secara aktf, karena jika anda mengungkapkan sesuatu mengenai diri anda maka orang lain kemungkinan juga akan melakukan hal yang serupa.
Adapun upaya untuk mengurangi ketidakpastian yang anda rasakan diantaranya :
  1. Ketidakpastian keinginan, yaitu agar anda memiliki ide lebih baik mengenai apa yang anda harapkan dari perilaku seseorang
  2. Ketidakpstian pemelasan, yaitu agar anda dapat memahami lebih baik kemungkinan perilaku seseorang.


INDIVIDU DAN PESAN

Pada bahasan ini saya akan membahas tentang salah satu jenis teori yang digunakan individu dalam penerimaan pesan. Jenis teori yang terdapat dalam bahasan ini yaitu teori simbol, teori bahasa dan teori tanda non verbal. Saah satu bahasan yang terdapat pada bab ini yaitu peran penting semiotika dalam membahasa fungsi tanda dan simbol pada pesan.
Semiotika menjelaskan bahwa makna yang anda dan pendengar anda berikan terhadap setiap kata-kata dan gerak tubuh anda tergantung pada sejumlah hal.

TEORI TANDA NON VERBAL
 
 Istilah "komunikasi non verbal" telah digunakan pada berbagai peristiwa sehingga malah membingungkan. segala hal mulai dari wilayah hewan hingga protokoler. Dari ekspresi wajah hingga gerakan otot.Dari peasaan di dalam diri yang tidak dapat diungkapkan hingga bangunan monumen luar ruang milik publik.

Kode Nonverbal adalah sejumlah perilaku yang digunakan untuk menyampaikan makna, judge burgoon menggambarkan sistem kode nonverbal sebagai berikut :
1. kode nonverbal bersifat analog daripada digital
2. sebagian kode ninverbal berarti tidak semuanya terdapat faktor yang disebut iconicity yaitu kemiripan
3. beberapa kode non verbal menyampaikan makna universal
4. kode nonverbal memungkinkan transmisi sejumlah pesan secara serentak 
5. tanda nonverbal sering kali menghasilkan tanggapan otomatis tanpa berfikir
6. tanda nonverbal sering kali ditunjukkan secara spontan

Menurut Burgoon terdapat tujuh tipe sistem tanda nonverbal berdasarkan tipe aktivitas atau kegiatan yang digunakan di dalam tanda tersebut yaitu :
1. bahasa tubuh (kinesics)
2. suara (vocalics taau paralanguage)
3. tampilan fisik 
4. sentuhan (haptics)
5. ruang (proxemics)
6. waktu ( chronemics)
7. objek ( artifacts)
Diantara dua tipe yang paling sering diteliti adalah kinesics dan proxemics.

INDIVIDU

INDIVIDU

Dalam hal ini saya akan membahas dua teori tentang sesuatu yang selalu terjadi ketika individu berkomunikasi dengan melihat situasi atau orang lain yang tengah dihadapi berdasarkan perspektif yang dimilikinya. Selain itu, bahasan ini juga membahas tentang bagaimana individu berkomunikasi dengan dirinya sendiri tau biasa disebut dengan komnikasi intrapersonal. Adapun dua teori dalam sosiopsikologi yang sangat penting dalam ilmu komunikasi intrapersonal, yaitu:
1.       Teori Sifat
Teori sifat terbagi menjadi 3 kategori yaitu :

1.      Sifat mementingkan diri sendiri
Komunikator dengan sifat ini cenderung untuk mengajak lawan bicaranya untuk membahas mengenai dirinya sendiri. Sifat mementingkan diri sendiri merupakan sifat yang dimiliki seseorang yang menginginkan orang lain membicarakan dirinya sebagai pihak yang paling penting. Ia cenderung menginginkan orang lain membahas mengenai dirinya. Mereka juga tidak sensitif atau tidak responsif terhadap kepentingan pihak lain.
2.    Sifat berdebat
Komunikator dengan sifat ini cenderung bersifat tegas dalam mengemukakan pandangannya terhadap suatu hal. Ia akan menyatakan dukungannya terhadap pandangan yang dianggapnya benar dan sebaliknya ia akan mengkritik pandangan yang tidak sesuai. 
3.    Sifat Cemas
Kecemasan berkomunikasi merupakan kecenderungan untuk mengalami kecemasan dalam  waktu yang relatif lama dan dalam berbagai situasi yang berbeda.
Kecemasan  berkomunikasi merupakan bagian dari konsep yang lebih besar dalam konsep konsep psikologi seperti : penghindaran social, kecemasan social, kecemasan interaksi dan sifat malu yang secara umum disebut kecemasan sosial.

Teori sifat juga memiliki 5 faktor yang dikemukakan oleh Digman yaitu :
a. sifat neurotisime, atau kecenderungan untuk merasakan emosi negative dan perasaan         tidak bahagia.
b. sifat ekstraversi, atau kecenderungan untuk senang bergaul, menyukai kelompok lain,    percaya diri, dan berfikir optimis.
c. sifat terbuka, atau kecenderungan untuk senang berfkir, memiliki daya imajinasi, memberkan perhatian pada perasaan, serta memilki kecenderungan berfikir bebas.
d. sifat setuju, yaitu kecenderungan untuk menyukai atau bersimpati terhadap orang lain serta cenderung menghindari pertentangan.
e. sifat hati-hati atau kecenderungan untuk bersikap disiplin, tidsak mudah menurut kata hati, teratur serta menyelesaikan tugas dengan tuntas.

Sifat dan keturunan
a. Ekstraversi, atau sifat untuk cenderung melihat keluar
b. Neurotisisme, atau sifat cemas
c. Psikotosisme, atau kekurangan control terhadap diri sendiri

2.       Teori Kognitif
a. Teori Atribusi
b. Teori Penilaian Sosial
c. Teori Kemungkinan Elaborasi
d. Teori Integrasi Informasi
e. Teori Nilai Harapan
f. Teori Tidakan Beralasan
g. Teori Disonansi Kognitif
h. Teori Kepercayaan, Sikap, dan Nilai
i. Teori Integrasi Bermasalah

Minggu, 02 November 2014

tradisi teori komunikasi

SIBERNETIKA

Menurut Prof. Robert Craig tradisi teori komunikasi digambarkan secara teoristis sebuah komunikasi kedalam bentuk lanskap. Craig beranggapan bahwa teori komunikasi, adalah suatu disiplin yang praktis yang didasari oleh kehidupan yang nyata dengan masalah sehari – hari melalui praktek komunikasi. Craig menjelaskan bahwa semua teori-teori komunikasi yang relevan dengan kehidupan dunia praktis yang umum di mana komunikasi sudah menjadi istilah yang memiliki banyak makna.
Dia mengidentifikasi tujuh tradisi teori komunikasi. Beberapa pendekatan yang bersifat aktual, yang biasa digunakan oleh para peneliti untuk mempelajari pelatihan dan masalah komunikasi. Craig mengatakan bahwa komunikasi merupakan proses primer menyangkut pengalaman kehidupan manusia, yaitu bahwa komunikasi membentuk kenyataan. Bagaimana kita mengkomunikasikan pengalaman kita justru membentuk pengalaman kita. Banyaknya bentuk pengalaman terbentuk dari banyaknya bentuk komunikasi. Maksud kita pun berubah dari satu kelompok ke kelompok lainnya, dari satu latar belakang ke latar belakang lainnya, dari satu periode waktu ke periode waktu lainnya. Hal tersebut disebabkan oleh karakteristik komunikasi itu sendiri yang bergerak dinamis.Craig juga membagi membagi dunia teori komunikasi ke dalam tujuh kelompok pemikiran atau tujuh tradisi pemikiran yaitu :
  1. semiotika (semiotic)
  2. fenomenologi (phenomenology)
  3. sibernetika (cybernetic)
  4. sosiopsikologi (sociopsychological)
  5. sosiokultural (sociocultural)
  6. kritis (critical)
  7. retorika (rhetorical)
Ketujuh tradisi tersebut cukup memuaskan dalam menjelaskan berbagai teori komunikasi sebagaimana dikemukakan Littlejohn dan Fosh: "Sebagai suatu grup, berbagai tradisi inicukup memudahkan bagi kitauntuk meninjau berbagai teorisatu per satu dan untuk memahamikesamaandan pembagian teori yang terpenting"
Dari ketujuh tradisi pemikiran yang dikemukaan oleh Robert Craig diatas, saya akan membahas salah satu teori yaitu teori Sibernetika. Teori sibernetika itu sendiri  merupakan tradisi sistem-sistem kompleks yang di dalamnya banyak orang saling berinteraksi, memengaruhi satu sama lainnya. Perspektif sibernetika dibutuhkan dalam memahami kedalaman dan kompleksitas dinamika dalam berkomunikasi, misalkan memahami pola hubungan berinteraksi dalam sebuah keluarga.
Ide sistem inilah yang membentuk inti pemikiran Sibernetika. Sistem merupakan seperangkat komponen-komponen yang saling berinteraksi, yang bersama membentuk sesuatu yang lebih dari sekadar sejumlah bagian-bagian. Bagian apapun dari sebuah sistem selalu dipaksa oleh ketergantungan bagian-bagian lainnya dan bentuk saling ketergantungan inilah yang mengatur sistem itu sendiri. Namun sistem tidak akan bertahan taanpa mendatangkan asupan-asupan baru dalam bentuk input. Karenanya, sebuah sistem mendapatkan input dari lingkungan, memproses dan menciptakan timbal balik berupa hasil kepada lingkungan. Input dan output terkadang berupa materi-materi nyata atau berupa energi dan informasi. Karena sifat ketergatungan inilah yang kemudian sistem memiliki ciri khas berupa regulasi, diri dan kontrol. Dengan lain kata, monitor sistem, mengatur dan mengontrol keluaran mereka agar stabil serta mencapai tujuan.
Termostat (alat pengukur/pengimbang panas) dan alat pemanas (heater) merupakan contoh sederhana kontrol sistem. Dalam sistem yang kompleks, sejumlah putaran timbal balik menghubungkan semua bagian. Putaran timbal balik ini disebut network (jaringan). Konsekuensi logisnya, ada hubungan positif dan negatif. Dalam hubungan positif, variabel-variabel meningkat dan menurun secara bersamaan.
Sedang dalam hubungan negatif, variabel-variabel berbanding terbalik, sehingga jika satu meningkat, lainnnya akan menurun. Ide-ide pokok teori sistem, sungguh sangat berkaitan dan konsisten. Semuanya memiliki pengaruh utama pada banyak hal, termasuk komunikasi. Luasnya penerapan sistem dalam lingkungan nyata, fisik, dan sosial sehingga tradisi sibernetika tidaklah monolitik. Inilah yang kemudian membuat perbedaan di antara 4 variasi teori sistem, yaitu: teori sistem dasar (basic system theory), sibernetika (cybernetics), teori sistem umum (general system theory) dan sibernetika tingkat kedua (second order cybernetics).

Teori sistem dasar, menggambarkan sistem-sistem sebagai bentuk-bentuk nyata yang dapat dianalisis dan diobservasi dari luar. Kita dapat melihat bagian-bagian dari sistem dan bagaimana semuanya berinteraksi. Kita dapat mengobservasi dan dengan objektif mengukur kekuatan-kekuatan di antara semua bagian dari sistem dan Anda dapat mendeteksi input dan output sebuah sistem. Jelasnya, kita dapat mengoperasikan atau memanipulasi sistem dengan mengubah input sistem tersebut dan mengerjakannya dengan sembarangan dengan mekanisme pemrosesannya.
Sibernetika sebagai wilayah kajian, merupakan cabang dari teori sistem yang memfokuskan diri pada putaran timbal balik dan proses-proses kontrol. Konsep ini mengarahkan pada pertanyaan bagaimana sesuatu saling memengaruhi satu sama lainnya dalam cara yang tidak berujung, bagaimana sistem mempertahankan kontrol, bagaimana mendapatkan keseimbangan, serta bagaimana putaran timbal-balik dapat mempertahankan keseimbangan dan membuat perubahan. Keunggulan teori tradisi sibernetika sangat cocok untuk memahami sebuah hubungan, namun kurang efektif dalam memahami perbedaan-perbedaan individu di antara bagian sistem.
Teori-teori dalam tradisi sibernetika menjelaskan bagaimana proses fisik, biologis, sosial, dan perilaku bekerja. Dalam sibernetika, komunikasi dipahami sebagai sistem bagian-bagian atau variable-variabel yang saling memengaruhi satu sama lainnya., membentuk, serta mengontrol karakter keseluruhan sistem, dan layaknya organism, menerima keseimbangan dan perubahan.
Contoh: ketika pendapatan keluarga meningkat, maka kebutuhan akan kesehatan juga meningkat, dengan peningkatan kebutuhan akan kesehatan, menurunlah tingkat penyakit dalam keluarga, sehingga dapat meningkatkan kehadiran di tempat kerja dan sekolah.
Teori yang terkandung dalam tradisi ini adalah :
  • Teori Penggabungan Informasi, menjelaskan pembentukan informasi dan perubahan sikap.
  • Teori Konsistensi, berhubungan dengan sikap, perubahan sikap, dan kepercayaan.
  • Teori Co-Orientasi Taylor tentang Organisasi, memberikan gambaran tentang bagaimana organisasi tersusun dalam percakapan.
Sibernetika memandang komunikasi sebagai suatu sistem dimana berbagai elemen yang terdapat di dalamnya saling berinteraksi dan saling mempengaruhi. Komunikasi dipahami sebagai sistem yang terdiri dari bagian-bagian atau variabel-variabel yang saling mempengaruhi satu sama lain. Sibernetika digunakan dalam topik-topik tentang diri individu, percakapan, hubungan interpersonal, kelompok, organisasi, media, budaya dan masyarakat.



sumber :
https://www.google.com/search?q=sibernetika+dalam+ilmu+komunikasi&newwindow=1&client=firefox-a&hs=Kcy&rls=org.mozilla:en-US:official&channel=sb&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ei=50hWVOLrOIacugSatYKIDA&ved=0CAgQ_AUoAQ&biw=1366&bih=657#facrc=_&imgdii=_&imgrc=9u2XK6B6At7CYM%253A%3Bms1nLS34sDJhKM%3Bhttp%253A%252F%252Fupload.wikimedia.org%252Fwikipedia%252Fcommons%252Fthumb%252F5%252F5c%252FModel_Cybernetic_Factory.svg%252F1280px-Model_Cybernetic_Factory.svg.png%3Bhttp%253A%252F%252Fid.wikipedia.org%252Fwiki%252FSibernetika%3B1280%3B900
http://muhamadrizka.blogspot.com/2013/09/7-tradisi-dalam-ilmu-komunikasi.html
http://media.kompasiana.com/new-media/2012/09/18/review-i-tradisi-tradisi-teori-komunikasi-487740.html
http://nikentamanda.blogspot.com/2011/10/teori-sibernetika.html
divine-music.info
divine-music.info
divine-music.info