Minggu, 02 November 2014

tradisi teori komunikasi

SIBERNETIKA

Menurut Prof. Robert Craig tradisi teori komunikasi digambarkan secara teoristis sebuah komunikasi kedalam bentuk lanskap. Craig beranggapan bahwa teori komunikasi, adalah suatu disiplin yang praktis yang didasari oleh kehidupan yang nyata dengan masalah sehari – hari melalui praktek komunikasi. Craig menjelaskan bahwa semua teori-teori komunikasi yang relevan dengan kehidupan dunia praktis yang umum di mana komunikasi sudah menjadi istilah yang memiliki banyak makna.
Dia mengidentifikasi tujuh tradisi teori komunikasi. Beberapa pendekatan yang bersifat aktual, yang biasa digunakan oleh para peneliti untuk mempelajari pelatihan dan masalah komunikasi. Craig mengatakan bahwa komunikasi merupakan proses primer menyangkut pengalaman kehidupan manusia, yaitu bahwa komunikasi membentuk kenyataan. Bagaimana kita mengkomunikasikan pengalaman kita justru membentuk pengalaman kita. Banyaknya bentuk pengalaman terbentuk dari banyaknya bentuk komunikasi. Maksud kita pun berubah dari satu kelompok ke kelompok lainnya, dari satu latar belakang ke latar belakang lainnya, dari satu periode waktu ke periode waktu lainnya. Hal tersebut disebabkan oleh karakteristik komunikasi itu sendiri yang bergerak dinamis.Craig juga membagi membagi dunia teori komunikasi ke dalam tujuh kelompok pemikiran atau tujuh tradisi pemikiran yaitu :
  1. semiotika (semiotic)
  2. fenomenologi (phenomenology)
  3. sibernetika (cybernetic)
  4. sosiopsikologi (sociopsychological)
  5. sosiokultural (sociocultural)
  6. kritis (critical)
  7. retorika (rhetorical)
Ketujuh tradisi tersebut cukup memuaskan dalam menjelaskan berbagai teori komunikasi sebagaimana dikemukakan Littlejohn dan Fosh: "Sebagai suatu grup, berbagai tradisi inicukup memudahkan bagi kitauntuk meninjau berbagai teorisatu per satu dan untuk memahamikesamaandan pembagian teori yang terpenting"
Dari ketujuh tradisi pemikiran yang dikemukaan oleh Robert Craig diatas, saya akan membahas salah satu teori yaitu teori Sibernetika. Teori sibernetika itu sendiri  merupakan tradisi sistem-sistem kompleks yang di dalamnya banyak orang saling berinteraksi, memengaruhi satu sama lainnya. Perspektif sibernetika dibutuhkan dalam memahami kedalaman dan kompleksitas dinamika dalam berkomunikasi, misalkan memahami pola hubungan berinteraksi dalam sebuah keluarga.
Ide sistem inilah yang membentuk inti pemikiran Sibernetika. Sistem merupakan seperangkat komponen-komponen yang saling berinteraksi, yang bersama membentuk sesuatu yang lebih dari sekadar sejumlah bagian-bagian. Bagian apapun dari sebuah sistem selalu dipaksa oleh ketergantungan bagian-bagian lainnya dan bentuk saling ketergantungan inilah yang mengatur sistem itu sendiri. Namun sistem tidak akan bertahan taanpa mendatangkan asupan-asupan baru dalam bentuk input. Karenanya, sebuah sistem mendapatkan input dari lingkungan, memproses dan menciptakan timbal balik berupa hasil kepada lingkungan. Input dan output terkadang berupa materi-materi nyata atau berupa energi dan informasi. Karena sifat ketergatungan inilah yang kemudian sistem memiliki ciri khas berupa regulasi, diri dan kontrol. Dengan lain kata, monitor sistem, mengatur dan mengontrol keluaran mereka agar stabil serta mencapai tujuan.
Termostat (alat pengukur/pengimbang panas) dan alat pemanas (heater) merupakan contoh sederhana kontrol sistem. Dalam sistem yang kompleks, sejumlah putaran timbal balik menghubungkan semua bagian. Putaran timbal balik ini disebut network (jaringan). Konsekuensi logisnya, ada hubungan positif dan negatif. Dalam hubungan positif, variabel-variabel meningkat dan menurun secara bersamaan.
Sedang dalam hubungan negatif, variabel-variabel berbanding terbalik, sehingga jika satu meningkat, lainnnya akan menurun. Ide-ide pokok teori sistem, sungguh sangat berkaitan dan konsisten. Semuanya memiliki pengaruh utama pada banyak hal, termasuk komunikasi. Luasnya penerapan sistem dalam lingkungan nyata, fisik, dan sosial sehingga tradisi sibernetika tidaklah monolitik. Inilah yang kemudian membuat perbedaan di antara 4 variasi teori sistem, yaitu: teori sistem dasar (basic system theory), sibernetika (cybernetics), teori sistem umum (general system theory) dan sibernetika tingkat kedua (second order cybernetics).

Teori sistem dasar, menggambarkan sistem-sistem sebagai bentuk-bentuk nyata yang dapat dianalisis dan diobservasi dari luar. Kita dapat melihat bagian-bagian dari sistem dan bagaimana semuanya berinteraksi. Kita dapat mengobservasi dan dengan objektif mengukur kekuatan-kekuatan di antara semua bagian dari sistem dan Anda dapat mendeteksi input dan output sebuah sistem. Jelasnya, kita dapat mengoperasikan atau memanipulasi sistem dengan mengubah input sistem tersebut dan mengerjakannya dengan sembarangan dengan mekanisme pemrosesannya.
Sibernetika sebagai wilayah kajian, merupakan cabang dari teori sistem yang memfokuskan diri pada putaran timbal balik dan proses-proses kontrol. Konsep ini mengarahkan pada pertanyaan bagaimana sesuatu saling memengaruhi satu sama lainnya dalam cara yang tidak berujung, bagaimana sistem mempertahankan kontrol, bagaimana mendapatkan keseimbangan, serta bagaimana putaran timbal-balik dapat mempertahankan keseimbangan dan membuat perubahan. Keunggulan teori tradisi sibernetika sangat cocok untuk memahami sebuah hubungan, namun kurang efektif dalam memahami perbedaan-perbedaan individu di antara bagian sistem.
Teori-teori dalam tradisi sibernetika menjelaskan bagaimana proses fisik, biologis, sosial, dan perilaku bekerja. Dalam sibernetika, komunikasi dipahami sebagai sistem bagian-bagian atau variable-variabel yang saling memengaruhi satu sama lainnya., membentuk, serta mengontrol karakter keseluruhan sistem, dan layaknya organism, menerima keseimbangan dan perubahan.
Contoh: ketika pendapatan keluarga meningkat, maka kebutuhan akan kesehatan juga meningkat, dengan peningkatan kebutuhan akan kesehatan, menurunlah tingkat penyakit dalam keluarga, sehingga dapat meningkatkan kehadiran di tempat kerja dan sekolah.
Teori yang terkandung dalam tradisi ini adalah :
  • Teori Penggabungan Informasi, menjelaskan pembentukan informasi dan perubahan sikap.
  • Teori Konsistensi, berhubungan dengan sikap, perubahan sikap, dan kepercayaan.
  • Teori Co-Orientasi Taylor tentang Organisasi, memberikan gambaran tentang bagaimana organisasi tersusun dalam percakapan.
Sibernetika memandang komunikasi sebagai suatu sistem dimana berbagai elemen yang terdapat di dalamnya saling berinteraksi dan saling mempengaruhi. Komunikasi dipahami sebagai sistem yang terdiri dari bagian-bagian atau variabel-variabel yang saling mempengaruhi satu sama lain. Sibernetika digunakan dalam topik-topik tentang diri individu, percakapan, hubungan interpersonal, kelompok, organisasi, media, budaya dan masyarakat.



sumber :
https://www.google.com/search?q=sibernetika+dalam+ilmu+komunikasi&newwindow=1&client=firefox-a&hs=Kcy&rls=org.mozilla:en-US:official&channel=sb&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ei=50hWVOLrOIacugSatYKIDA&ved=0CAgQ_AUoAQ&biw=1366&bih=657#facrc=_&imgdii=_&imgrc=9u2XK6B6At7CYM%253A%3Bms1nLS34sDJhKM%3Bhttp%253A%252F%252Fupload.wikimedia.org%252Fwikipedia%252Fcommons%252Fthumb%252F5%252F5c%252FModel_Cybernetic_Factory.svg%252F1280px-Model_Cybernetic_Factory.svg.png%3Bhttp%253A%252F%252Fid.wikipedia.org%252Fwiki%252FSibernetika%3B1280%3B900
http://muhamadrizka.blogspot.com/2013/09/7-tradisi-dalam-ilmu-komunikasi.html
http://media.kompasiana.com/new-media/2012/09/18/review-i-tradisi-tradisi-teori-komunikasi-487740.html
http://nikentamanda.blogspot.com/2011/10/teori-sibernetika.html
divine-music.info
divine-music.info
divine-music.info

Tidak ada komentar:

Posting Komentar