INDIVIDU
Dalam hal ini saya akan membahas dua teori tentang sesuatu yang selalu terjadi ketika individu berkomunikasi dengan
melihat situasi atau orang lain yang tengah dihadapi berdasarkan perspektif
yang dimilikinya. Selain itu, bahasan ini juga membahas tentang bagaimana
individu berkomunikasi dengan dirinya sendiri tau biasa disebut dengan
komnikasi intrapersonal. Adapun dua teori dalam sosiopsikologi yang sangat
penting dalam ilmu komunikasi intrapersonal, yaitu:
1.
Teori Sifat
Teori sifat terbagi menjadi 3 kategori yaitu :
Teori sifat terbagi menjadi 3 kategori yaitu :
1. Sifat mementingkan diri sendiri
Komunikator dengan sifat ini cenderung untuk
mengajak lawan bicaranya untuk membahas mengenai dirinya sendiri. Sifat
mementingkan diri sendiri merupakan sifat yang dimiliki seseorang yang
menginginkan orang lain membicarakan dirinya sebagai pihak yang paling penting.
Ia cenderung menginginkan orang lain membahas mengenai dirinya. Mereka juga
tidak sensitif atau tidak responsif terhadap kepentingan pihak lain.
2. Sifat berdebat
Komunikator dengan sifat ini cenderung bersifat
tegas dalam mengemukakan pandangannya terhadap suatu hal. Ia akan menyatakan
dukungannya terhadap pandangan yang dianggapnya benar dan sebaliknya ia akan
mengkritik pandangan yang tidak sesuai.
3. Sifat Cemas
Kecemasan berkomunikasi merupakan kecenderungan
untuk mengalami kecemasan dalam waktu
yang relatif lama dan dalam berbagai situasi yang berbeda.
Kecemasan
berkomunikasi merupakan bagian dari konsep yang lebih besar dalam konsep
konsep psikologi seperti : penghindaran social, kecemasan social, kecemasan
interaksi dan sifat malu yang secara umum disebut kecemasan sosial.
Teori sifat juga memiliki 5 faktor yang dikemukakan oleh Digman yaitu :
a. sifat neurotisime, atau kecenderungan untuk merasakan emosi negative dan perasaan tidak bahagia.
b. sifat ekstraversi, atau kecenderungan untuk senang bergaul, menyukai kelompok lain, percaya diri, dan berfikir optimis.
c. sifat terbuka, atau kecenderungan untuk senang berfkir, memiliki daya imajinasi, memberkan perhatian pada perasaan, serta memilki kecenderungan berfikir bebas.
d. sifat setuju, yaitu kecenderungan untuk menyukai atau bersimpati terhadap orang lain serta cenderung menghindari pertentangan.
e. sifat hati-hati atau kecenderungan untuk bersikap disiplin, tidsak mudah menurut kata hati, teratur serta menyelesaikan tugas dengan tuntas.
Sifat dan keturunan
a. Ekstraversi, atau sifat untuk cenderung melihat keluar
b. Neurotisisme, atau sifat cemas
c. Psikotosisme, atau kekurangan control terhadap diri sendiri
a. sifat neurotisime, atau kecenderungan untuk merasakan emosi negative dan perasaan tidak bahagia.
b. sifat ekstraversi, atau kecenderungan untuk senang bergaul, menyukai kelompok lain, percaya diri, dan berfikir optimis.
c. sifat terbuka, atau kecenderungan untuk senang berfkir, memiliki daya imajinasi, memberkan perhatian pada perasaan, serta memilki kecenderungan berfikir bebas.
d. sifat setuju, yaitu kecenderungan untuk menyukai atau bersimpati terhadap orang lain serta cenderung menghindari pertentangan.
e. sifat hati-hati atau kecenderungan untuk bersikap disiplin, tidsak mudah menurut kata hati, teratur serta menyelesaikan tugas dengan tuntas.
Sifat dan keturunan
a. Ekstraversi, atau sifat untuk cenderung melihat keluar
b. Neurotisisme, atau sifat cemas
c. Psikotosisme, atau kekurangan control terhadap diri sendiri
2.
Teori Kognitif
a. Teori Atribusi
b. Teori Penilaian Sosial
c. Teori Kemungkinan Elaborasi
d. Teori Integrasi Informasi
e. Teori Nilai Harapan
f. Teori Tidakan Beralasan
g. Teori Disonansi Kognitif
h. Teori Kepercayaan, Sikap, dan Nilai
i. Teori Integrasi Bermasalah
a. Teori Atribusi
b. Teori Penilaian Sosial
c. Teori Kemungkinan Elaborasi
d. Teori Integrasi Informasi
e. Teori Nilai Harapan
f. Teori Tidakan Beralasan
g. Teori Disonansi Kognitif
h. Teori Kepercayaan, Sikap, dan Nilai
i. Teori Integrasi Bermasalah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar