Sabtu, 10 Januari 2015

Teori Organisasi

ORGANISASI DALAM ILMU KOMUNIKASI
Organisasi dan Komunikasi menurut para ahli

Istilah organisasi berasal dari bahasa Latin organizare, yang secara harafiah berarti paduan dari bagian-bagian yang satu sama lainnya saling bergantung. Organisasi dapat terbentuk karena adanya komunikasi. Dalam bahasan kali ini, komunikasi adalah aspek penting dalam terbentuknya organisasi. Yang kita tahu bahwa organisasi berperan penting dalam kehidupan bermsyarakat. Secara singkat dijelaskan komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi. Sekilas, ada persamaan antara organisasi dan kelompok. Bedanya kelompok adalah sekelompok atau sekumpulan orang yang tergabung dan melakukan suatu aktifitas kerja namun pekerjaan yang dilakukan tanpa adanya suatu birokrasi. Sedangkan organisasi adalah A System of purposeful of professional actifity designe coordinate individual task (suatu system kegiatan intrapersonal bertujuan yang dirancang untukm engoordinasikan tugas individu). Jadi perbedaan kelompok dan organisasi terletak pada adanya birokrasi. Inilah pandangan Max Weber seorang sosiolog yang mengemukakan teori birokrasi.
            Max Weber adalah pemikir yang memberikan perhatian sangat besar pada bagaimana manusia bertindak secara rasional untuk mencapai tujuannya. Ia juga yang menyebutkan bahwa organisasi memiliki system yang mengatur dirinyayaitu birokrasi namuntidak demikian halnya dengan kelompok biasa yang bukan organisasi. Karena organisasi merupakan birokrasi maka penting bagi kita untuk memahami gagasan Weber mengenai birokrasi.

Di antara para ahli ada yang menyebut paduan itu sistem, ada juga yang menamakannya sarana.
Everet M.Rogers dalam bukunya Communication in Organization, mendefinisikan organisasi sebagai suatu sistem yang mapan dari mereka yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, melalui jenjang kepangkatan, dan pembagian tugas.
Robert Bonnington dalam buku Modern Business: A Systems Approach, mendefinisikan organisasi sebagai sarana dimana manajemen mengoordinasikan sumber bahan dan sumber daya manusia melalui pola struktur formal dari tugas-tugas dan wewenang. Korelasi antara ilmu komunikasi dengan organisasi terletak pada peninjauannya yang terfokus kepada manusia-manusia yang terlibat dalam mencapai tujuan organisasi itu. Ilmu komunikasi mempertanyakan bentuk komunikasi apa yang berlangsung dalam organisasi, metode dan teknik apa yang dipergunakan, media apa yang dipakai, bagaimana prosesnya, faktor-faktor apa yang menjadi penghambat, dan sebagainya. Jawaban-jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah untuk bahan telaah untuk selanjutnya menyajikan suatu konsepsi komunikasi bagi suatu organisasi tertentu berdasarkan jenis organisasi, sifat organisasi, dan lingkup organisasi dengan memperhitungkan situasi tertentu pada saat komunikasi dilancarkan.
Griffin (2003) dalam A First Look at Communication Theory, membahas komunikasi organisasi mengikuti teori management klasik, yang menempatkan suatu bayaran pada daya produksi, presisi, dan efisiensi. Adapun prinsip-prinsip dari teori management klasikal adalah sebagai berikut: kesatuan komando- suatu karyawan hanya menerima pesan dari satu atasan rantai skalar- garis otoritas dari atasan ke bawahan, yang bergerak dari atas sampai ke bawah untuk organisasi; rantai ini, yang diakibatkan oleh prinsip kesatuan komando, harus digunakan sebagai suatu saluran untuk pengambilan keputusan dan komunikasi. divisi pekerjaan- manegement perlu arahan untuk mencapai suatu derajat tingkat spesialisasi yang dirancang untuk mencapai sasaran organisasi dengan suatu cara efisien. tanggung jawab dan otoritas- perhatian harus dibayarkan kepada hak untuk memberi order dan ke ketaatan seksama; suatu ketepatan keseimbangan antara tanggung jawab dan otoritas harus dicapai. disiplin- ketaatan, aplikasi, energi, perilaku, dan tanda rasa hormat yang keluar seturut kebiasaan dan aturan disetujui. mengebawahkan kepentingan individu dari kepentingan umum- melalui contoh peneguhan, persetujuan adil, dan pengawasan terus-menerus.

Meskipun bermacam-macam persepsi dari para ahli mengenai komunikasi organisasi, tapi ada beberapa hal yang dapat disimpulkan :
·         Komunikasi organisasi terjadi dalam suatu sistem terbuka yang kompleks yang dipengaruhi oleh lingkungannya sendiri baik internal
maupun eksternal.
·         Komunikasi organisasi meliputi pesan dan arusnya, tujuan, arah dan media.
·         Komunikasi organisasi meliputi orang dan sikapnya, perasaannya, hubungannya dan keterampilannya.



Senin, 03 November 2014

KOMUNIKASI KELOMPOK



Kominikasi Kelompok
Kominikasi kelompok secara garis besar  adalah hubungan yang dilakukan lebih dari  dua orang untuk melakukan pertukaran informasi guna mendapatkan efek yang di timbulkan komunikasi kelompok membentuk struktur waktu manusia menghasilkan banyak waktu terkadang membatasi gerak kita  selain itu, dapat membuka peluang dalam hidup manusia membentuk arah masa depan.
Tiga tahap proses kreatif penyelesaian masalah dalam kelompok yaitu : (1) Mengumpulkan informasi; (2) Menguji informasi tersebut; (3) Mengembangkan solusi integratif. Kelompok mengatasi masalah dan konflik melalui diskusi.

 Telah banyak klasifikasi kelompok yang dilahirkan oleh para ilmuwan sosiologi, namun dalam kesempatan ini kita sampaikan hanya tiga klasifikasi kelompok.

  1. Kelompok primer dan sekunder.
Charles Horton Cooley mengatakan bahwa kelompok primer adalah suatu kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan akrab, personal, dan menyentuh hati dalam asosiasi dan kerja sama. Sedangkan kelompok sekunder adalah kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan tidak akrab, tidak personal, dan tidak menyentuh hati kita.
Jalaludin Rakhmat membedakan kelompok ini berdasarkan karakteristik komunikasinya, sebagai berikut:
    1. Kualitas komunikasi pada kelompok primer bersifat dalam dan meluas. Dalam, artinya menembus kepribadian kita yang paling tersembunyi, menyingkap unsur-unsur backstage (perilaku yang kita tampakkan dalam suasana privat saja). Meluas, artinya sedikit sekali kendala yang menentukan rentangan dan cara berkomunikasi. Pada kelompok sekunder komunikasi bersifat dangkal dan terbatas.
    2. Komunikasi pada kelompok primer bersifat personal, sedangkan kelompok sekunder nonpersonal.
    3. Komunikasi kelompok primer lebih menekankan aspek hubungan daripada aspek isi, sedangkan kelompok sekunder adalah sebaliknya.
    4. Komunikasi kelompok primer cenderung ekspresif, sedangkan kelompok sekunder instrumental.
    5. Komunikasi kelompok primer cenderung informal, sedangkan kelompok sekunder formal.
  1. Kelompok keanggotaan dan kelompok rujukan.
Theodore Newcomb melahirkan istilah kelompok keanggotaan (membership group) dan kelompok rujukan (reference group). Kelompok keanggotaan adalah kelompok yang anggota-anggotanya secara administratif dan fisik menjadi anggota kelompok itu. Sedangkan kelompok rujukan adalah kelompok yang digunakan sebagai alat ukur (standard) untuk menilai diri sendiri atau untuk membentuk sikap.
Menurut teori, kelompok rujukan mempunyai tiga fungsi: fungsi komparatif, fungsi normatif, dan fungsi perspektif. Saya menjadikan Islam sebagai kelompok rujukan saya, untuk mengukur dan menilai keadaan dan status saya sekarang (fungsi komparatif. Islam juga memberikan kepada saya norma-norma dan sejumlah sikap yang harus saya miliki-kerangka rujukan untuk membimbing perilaku saya, sekaligus menunjukkan apa yang harus saya capai (fungsi normatif). Selain itu, Islam juga memberikan kepada saya cara memandang dunia ini-cara mendefinisikan situasi, mengorganisasikan pengalaman, dan memberikan makna pada berbagai objek, peristiwa, dan orang yang saya temui (fungsi perspektif). Namun Islam bukan satu-satunya kelompok rujukan saya. Dalam bidang ilmu, Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) adalah kelompok rujukan saya, di samping menjadi kelompok keanggotaan saya. Apapun kelompok rujukan itu, perilaku saya sangat dipengaruhi, termasuk perilaku saya dalam berkomunikasi.
  1. Kelompok deskriptif dan kelompok preskriptif
John F. Cragan dan David W. Wright membagi kelompok menjadi dua: deskriptif dan peskriptif. Kategori deskriptif menunjukkan klasifikasi kelompok dengan melihat proses pembentukannya secara alamiah. Berdasarkan tujuan, ukuran, dan pola komunikasi, kelompok deskriptif dibedakan menjadi tiga: a. kelompok tugas; b. kelompok pertemuan; dan c. kelompok penyadar. Kelompok tugas bertujuan memecahkan masalah, misalnya transplantasi jantung, atau merancang kampanye politik. Kelompok pertemuan adalah kelompok orang yang menjadikan diri mereka sebagai acara pokok. Melalui diskusi, setiap anggota berusaha belajar lebih banyak tentang dirinya. Kelompok terapi di rumah sakit jiwa adalah contoh kelompok pertemuan. Kelompok penyadar mempunyai tugas utama menciptakan identitas sosial politik yang baru. Kelompok revolusioner radikal; (di AS) pada tahun 1960-an menggunakan proses ini dengan cukup banyak.
Kelompok preskriptif, mengacu pada langkah-langkah yang harus ditempuh anggota kelompok dalam mencapai tujuan kelompok. Cragan dan Wright mengkategorikan enam format kelompok preskriptif, yaitu: diskusi meja bundar, simposium, diskusi panel, forum, kolokium, dan prosedur parlementer.

HUBUNGAN

Definisi hubungan secara garis besar adalah Interaksi antar individu atau kelompok demi mencapai suatu tujuan. Namun, menurut kamus Longman pengertian hubungan (relationship) adalah "the way in which two people or two groups feel about each other and behave towards each other" ( cara dua orang atau dua kelompok merasakan satu dengan lainnya dan cara mereka bertingkah laku satu dengan lainnya.)

POLA INTERAKSI HUBUNGAN
Terdapat banyak aturan yang tidak dinyatakan secara tegas (implisit) pada setiap hubungan, apakah itu hubungan persahabatan, bisnis, cinta, keluarga dan sebagainya, hubungan ini dapat berubah ketika pola-pola interaksi berubah. karena pola perilaku berpotensi menyampaikan pesan maka pola interaksi akan menjadi mapan atau stabil.

SKEMA HUBUNGAN KELUARGA
Suatu skema adalah seperangkat ingatan yang terorganisasi yang akan digunakan setiap saat seseorang berinteraksi dengan orang lain. karena setiap orang memiliki pengalaman berbeda, maka skemanya juga akan berbeda.
Skema hubungan dikelompokkan ke dalam sejumlah level tau tingkatan mulai dari umum hingga khusus yang mencakup pengetahuan mengenai hubungan sosial pada umumnya, pengetahuan mengenai tipe-tipe hubungan dan pengetahuan mengenai hubungan khusus.
Dengan demikian skema keluarga mencakup tiga hal, yaitu :

  1. Apa yang diketahui seseorang mengenai hubungan secara umum
  2. Apa yang diketahuinya mengenai hubungan keluarga sebagai suatu tipe
  3. Apa yang diketahui mengenai hubungan dengan anggota keluarga lainnya.
Berbagai skema tersebut menciptakan tipe keluarga yang berbeda pula Fitzpatrick telah mengidentifikasi empat tipe keluarga :
  1. Konsensual
  2. Pluralistis
  3. Protektif
  4. laissez faire  



  • Tipe konsensualyaitu keluarga yang sangat sering melakukan percakapan namun juga memiliki kepatuhan yang tinggi,
  • Tipe pluralistisyaitu keluarga yang sangat sering melakukan percakapan namun memiliki kepatuhan yang rendah
  • Tipe protektifyaitu keluarga yang jarang melakukan percakapan namun memiliki kepatuhan yang tinggi, jadi terdapat banyak sifat patuh dalam keluarga tetapi sedikit komunikasi.
 TEORI PENETRASI SOSIAL
Pada tahap awal penelitian tpenetrasi sosial perhatian para peneliti sebagian besar dicurahkan pada perilaku dan motivasi individu berdasarkan tradisi sosiopsikologi yang sangat kental. Teori penetrasi sosial berupaya mengidentifikasi proses peningkatan keterbukaan dan keintiman seseorang dalam menjalin hubungan dengan orang lain

MENGELOLA PERBEDAAN
Menurut Mikhail Bakhtin teori ini menjelaskan bagaimana suatu hubungan mampu memadukan atau mengintegrasikan berbagai "suara" (istilah Bakhtin) yaitu adanya pandangan yang berbeda-beda dalam suatu hubungan.

PERCAKAPAN

Percakapan adalah kegiatan biasa, yang bersifat informal dan merupakan bentuk interaksi antara individu yang dilakukan setiap hari. Tetapi dalam ilmu komunikasi, topik penting yang banyak dipelajari para ahli komuniksi. Percakapan dapat didefinisikan sebagai suatu urutan interaksi dengan awal dan akhir yang jelas, saling bergantian dan memiliki semacam arah atau seperangkat tujuan. Pada pembahasan ini, salah satu teori yang akan saya bahas adalah teori mengurangi ketidakpastian.

Teori Mengurangi Ketidakpastian
  Teori ini berpengaruh dalam proses percakapan dalam ilmu komunikasi, dimana kita dapat memperoleh pengetahuan mengenai orang lain ketka kita membuat rencana untuk mencapai tujuan kita dalam berkomunikasi kepada orang lain. Menurut Berger orang dapat menempuh berbagai macam cara untuk mendapatkan informasi mengenai diri orang lain, namun secara umum berbagai cara itu dapat disederhanakan menjadi tiga strategi yaitu:
1. Strategi pasif
2. Strategi aktif
3. Strategi Interaktif

  • Strategi pasif Menurut Berger terdapat 2 bentuk strategi yaitu reactivity searching (dilakukan dengan mengamati seseorang ketika ia sedang melakukan sesuatu atau mengamati bagaimana reaksinya pada situasi tertentu dan disinhibition searching (mengamati seseorang ketika ia sedang dalam situasi informal dimana ia dalam keadaan santai, tidak terlalu menjaga penampilannya dan berprilaku apa adanya.
  • Stategi aktif, yaitu pencarian informasi yang dilakukan dengan cara bertanya kepada orang lain mengenai seseorang yang ingin anda ketahui dan memanipulasi lingkungan sedemikian rupa agar orang yang menjadi target lebih moudah anda amati.
  • Strategi interaktif, mencakupkegiatan pengungkapan diri yang merupakan strategi penting untuk mendapatkan informasi secara aktf, karena jika anda mengungkapkan sesuatu mengenai diri anda maka orang lain kemungkinan juga akan melakukan hal yang serupa.
Adapun upaya untuk mengurangi ketidakpastian yang anda rasakan diantaranya :
  1. Ketidakpastian keinginan, yaitu agar anda memiliki ide lebih baik mengenai apa yang anda harapkan dari perilaku seseorang
  2. Ketidakpstian pemelasan, yaitu agar anda dapat memahami lebih baik kemungkinan perilaku seseorang.


INDIVIDU DAN PESAN

Pada bahasan ini saya akan membahas tentang salah satu jenis teori yang digunakan individu dalam penerimaan pesan. Jenis teori yang terdapat dalam bahasan ini yaitu teori simbol, teori bahasa dan teori tanda non verbal. Saah satu bahasan yang terdapat pada bab ini yaitu peran penting semiotika dalam membahasa fungsi tanda dan simbol pada pesan.
Semiotika menjelaskan bahwa makna yang anda dan pendengar anda berikan terhadap setiap kata-kata dan gerak tubuh anda tergantung pada sejumlah hal.

TEORI TANDA NON VERBAL
 
 Istilah "komunikasi non verbal" telah digunakan pada berbagai peristiwa sehingga malah membingungkan. segala hal mulai dari wilayah hewan hingga protokoler. Dari ekspresi wajah hingga gerakan otot.Dari peasaan di dalam diri yang tidak dapat diungkapkan hingga bangunan monumen luar ruang milik publik.

Kode Nonverbal adalah sejumlah perilaku yang digunakan untuk menyampaikan makna, judge burgoon menggambarkan sistem kode nonverbal sebagai berikut :
1. kode nonverbal bersifat analog daripada digital
2. sebagian kode ninverbal berarti tidak semuanya terdapat faktor yang disebut iconicity yaitu kemiripan
3. beberapa kode non verbal menyampaikan makna universal
4. kode nonverbal memungkinkan transmisi sejumlah pesan secara serentak 
5. tanda nonverbal sering kali menghasilkan tanggapan otomatis tanpa berfikir
6. tanda nonverbal sering kali ditunjukkan secara spontan

Menurut Burgoon terdapat tujuh tipe sistem tanda nonverbal berdasarkan tipe aktivitas atau kegiatan yang digunakan di dalam tanda tersebut yaitu :
1. bahasa tubuh (kinesics)
2. suara (vocalics taau paralanguage)
3. tampilan fisik 
4. sentuhan (haptics)
5. ruang (proxemics)
6. waktu ( chronemics)
7. objek ( artifacts)
Diantara dua tipe yang paling sering diteliti adalah kinesics dan proxemics.

INDIVIDU

INDIVIDU

Dalam hal ini saya akan membahas dua teori tentang sesuatu yang selalu terjadi ketika individu berkomunikasi dengan melihat situasi atau orang lain yang tengah dihadapi berdasarkan perspektif yang dimilikinya. Selain itu, bahasan ini juga membahas tentang bagaimana individu berkomunikasi dengan dirinya sendiri tau biasa disebut dengan komnikasi intrapersonal. Adapun dua teori dalam sosiopsikologi yang sangat penting dalam ilmu komunikasi intrapersonal, yaitu:
1.       Teori Sifat
Teori sifat terbagi menjadi 3 kategori yaitu :

1.      Sifat mementingkan diri sendiri
Komunikator dengan sifat ini cenderung untuk mengajak lawan bicaranya untuk membahas mengenai dirinya sendiri. Sifat mementingkan diri sendiri merupakan sifat yang dimiliki seseorang yang menginginkan orang lain membicarakan dirinya sebagai pihak yang paling penting. Ia cenderung menginginkan orang lain membahas mengenai dirinya. Mereka juga tidak sensitif atau tidak responsif terhadap kepentingan pihak lain.
2.    Sifat berdebat
Komunikator dengan sifat ini cenderung bersifat tegas dalam mengemukakan pandangannya terhadap suatu hal. Ia akan menyatakan dukungannya terhadap pandangan yang dianggapnya benar dan sebaliknya ia akan mengkritik pandangan yang tidak sesuai. 
3.    Sifat Cemas
Kecemasan berkomunikasi merupakan kecenderungan untuk mengalami kecemasan dalam  waktu yang relatif lama dan dalam berbagai situasi yang berbeda.
Kecemasan  berkomunikasi merupakan bagian dari konsep yang lebih besar dalam konsep konsep psikologi seperti : penghindaran social, kecemasan social, kecemasan interaksi dan sifat malu yang secara umum disebut kecemasan sosial.

Teori sifat juga memiliki 5 faktor yang dikemukakan oleh Digman yaitu :
a. sifat neurotisime, atau kecenderungan untuk merasakan emosi negative dan perasaan         tidak bahagia.
b. sifat ekstraversi, atau kecenderungan untuk senang bergaul, menyukai kelompok lain,    percaya diri, dan berfikir optimis.
c. sifat terbuka, atau kecenderungan untuk senang berfkir, memiliki daya imajinasi, memberkan perhatian pada perasaan, serta memilki kecenderungan berfikir bebas.
d. sifat setuju, yaitu kecenderungan untuk menyukai atau bersimpati terhadap orang lain serta cenderung menghindari pertentangan.
e. sifat hati-hati atau kecenderungan untuk bersikap disiplin, tidsak mudah menurut kata hati, teratur serta menyelesaikan tugas dengan tuntas.

Sifat dan keturunan
a. Ekstraversi, atau sifat untuk cenderung melihat keluar
b. Neurotisisme, atau sifat cemas
c. Psikotosisme, atau kekurangan control terhadap diri sendiri

2.       Teori Kognitif
a. Teori Atribusi
b. Teori Penilaian Sosial
c. Teori Kemungkinan Elaborasi
d. Teori Integrasi Informasi
e. Teori Nilai Harapan
f. Teori Tidakan Beralasan
g. Teori Disonansi Kognitif
h. Teori Kepercayaan, Sikap, dan Nilai
i. Teori Integrasi Bermasalah